Home · Echo.or.id · Ezine · FAQ · Discussion Forum · Photo Gallery · Contact Us · Advisories · Event · Mailing List Wednesday, April 24, 2019
Navigation
Home
Todays Events
Contact Us
Search
News Categories
Advisories
Hardware
Journal
Network
Echo News
Security
Software
Public Poll
Why did you wanna be a hacker?

they`re wearing a hat

its on my blood, dude

my mom told me too

knowledge its delicious

they type faster

no idea, who am i ?

Friendly Links
+ Aikmel.or.id
+ id-ubuntu
+ udaramaya.com
+ kecoak-elektronik
+ newhack.org
+ Opensource.id
+ Jasakom.com
+ Konsultan Linux
+ w[X]f project
+ klik-kanan.com
+ hyem.org
+ ilmuwebsite.com
+ y3dips blogs

Security Links
+ Phrack Magazine
+ The hacker`s choice
+ TESO team archive
+ Phenoelit
+ WarAxe
+ milw0rm
+ Insecure
+ Planet Web Security
+ Metasploit framework
+ Uninformed journal
+ Security tools
+ PacketStorm Security
+ Hack in the Box
+ DefCon
Users Online
Guests Online: 2
No Members Online

Registered Members: 7
Newest Member: K-159
Echo Badges
Echo.or.id

Echo.or.id
IRC Channel
Join our IRC channel at irc.dal.net/e-c-h-o
7 hal mematikan yang membuat IT sekuriti Indonesia mengalami kemunduran
Journal Terkait dengan "regenerasi" yang merupakan salah satu misi yang di canangkan echo di 2009 pada majalah elektroniknya yaitu ezine, maka gw secara pribadi dan terbuka sengaja menulis mengenai hal ini, tujuannya untuk menjadi lecutan bagi gw pribadi, dan siapapun yang merasa terlecut nantinya :P

IT sekuriti di Indonesia bisa dikatakan mengalami masa kemundurannya saat ini, bukan di lihat dari segi kuantitas tetapi lihatlah dari segi kualitas, bayangkan dengan banyaknya perusahaan sekuriti, badan pendidikan sertifikasi sekuriti, publikasi dan referensi yang tersebar bebas serta teknologi yang semakin canggih tetapi belum cukup membuat gebrakan-gebrakan baru di dunia sekuriti Indonesia. Tanyakanlah pada generasi terdahulu, seberapa sulit jalan yang mereka lalui, seberapa lama waktu dan jenjang yang harus mereka lalui untuk memberikan jaman keemasan dunia IT sekuriti di Indonesia, meskipun dengan jumlah yang sedikit dari segi kuantitas.

Adapun menurut gw, berikut adalah 7 jenis sifat dari para pendatang baru (nantinya akan disebut mereka) yang akan membuat mereka tetap berada di tempat walau seberapa besar usaha, uang, serta "bacotan" telah mereka gembar-gemborkan, dan pastinya ini juga yang membuat Dunia IT sekuriti di Indonesia mengalami kemunduran.

1. Tidak adanya motivasi asli

Lucunya apabila diperhatikan secara seksama kemunculan dan motivasi mereka persis bunglon, serba cepat berubah, hari ini ingin di sebut ini, besok mereka mengaku itu. Hal ini terjadi dikarenakan tidak adanya motivasi ataupun keinginan yang mendasari pembelajaran mereka. Kondisi seperti ini secara global sudah sering kita kenal dengan sebutan "krisis identitas", yang wajar di temui saat awal-awal memulai sesuatu (kita semua mengalami itu), tetapi permasalahan muncul karena sampai bertahun-tahun mereka tetaplah mengalami krisis identitas, sampai akhirnya "menyampah" dimana-mana :)

2. Rakus Publisitas dan Money Oriented

Seperti kalau kita kutip dari tulisan crazy consuelo dalam sebuah artikel bertajuk new hacking manifesto dalam salah satu issue yang di rilis phrack
because I do this out of love -- you do it for money.
. Umumnya para pendatang baru sangat amat rakus dengan ketenaran dan uang, di pikiran mereka adalah bagaimana secepatnya menjadi terkenal dan mendapat uang darinya, terserah apakah dengan publikasi sembarangan ke berbagai media massa dan tentunya bagi media massa akan sangat amat menguntungkan, tidak perduli dengan membodohi orang lain dibumbui janji-janji palsu dan pemujian diri sendiri yang sangat amat berlebihan, atau dengan melakukan "vandals" ke berbagai situs tanpa alasan yang jelas... Hey, itu berbeda dengan "cyber war".

3. Skill yang minim plus kemalasan yang besar

Sebagaimana pendatang baru, kemampuan mereka sangatlah minim. "Lack of skill" adalah hal yang lumrah bagi para pemula ditambah luasnya bidang ilmu komputer yang ada kala ini, tetapi yang menjadi permasalahan adalah kemalasan. Tidak adanya motivasi dan kerakusan publisitas membutakan mereka untuk melompat jauh keatas tanpa mau melalui pijakan-pijakan tangga terbawah yang seharusnya merupakan pondasi terpenting.

Sudah dari 2004 gw menulis artikel "F.A.Q for NEWBIES Version 1.0" yang merupakan rangkuman dari berbagai sumber, dan gw harap sedikit banyak bisa menjadi acuan bagi yang mau memulai walau sangat jauh dari sempurna. Tetapi anehnya berkali-kali email yang mampir baik ke mailbox pribadi, pertanyaan di milis juga di hampiri dengan pertanyaan "bagaimana kami memulainya".

4. NATO (No Action Talk Only)

Satu hal yang pasti untuk membuktikan ini, tanyakan pada mereka 1 hal yang hanya membutuhkan jawaban pasti/detil/teknis/poc, maka pastinya mereka akan membuat anda pusing tujuh keliling dengan cerita-cerita tidak pasti dan hampir pasti tidak akan menjawab pertanyaan anda.

Minimnya kemampuan teknis dan konsep dasar membuat mereka kesulitan menjawab/memecahkan berbagai permasalahan, umumnya mereka akan senang mengalihkan atau melemparkan pertanyaan tersebut, dan sedihnya lagi sangat sulit bagi mereka untuk mengakui ketidaktahuan mereka dan mulai belajar, belajar dan belajar.

5. Generasi Instant

Seperti halnya mie instan yang bisa disajikan dengan cepat dan sekejap mata, serta tanggapan public yang sangat memanjakan dengan berbagai tawaran kursus instan, buku-buku yang menyajikan janji-janji instan, melengkapi generasi instan ini, mereka tidak mau perduli dengan proses, mereka hanya ingin secara cepat berada di atas, dan layaknya semua yang instant, apapun itu, maka tidak akan bertahan lama.

6. Terputusnya link

Para pendatang baru umumnya tidak menghargai para pendahulunya, susah sekali memberikan "credit" kepada orang-orang yang telah berjasa bagi mereka, sebagai contoh credit untuk referensi, yang umumnya di klaim sebagai milik pribadi apabila di publikasikan ulang oleh mereka. sifat inilah yang membuat mereka tidak berkembang, karena secara pasti akan di jauhi para pendahulu yang sejatinya membimbing mereka, bahkan kemungkinan terburuk akan menimbulkan konflik, baik internal bahkan meluas.

7. Terlalu Berapi-api dan Sangat amat mudah Putus Asa

Layaknya kata pepatah "air beriak tanda tak dalam" dan "tong kosong nyaring bunyinya" memang terbukti bahwa banyak para pendatang baru yang terkadang berapi-api dalam mengemukakan konsep (dan sedihnya lagi terkadang bukan temuannya) yang apabila konsep tersebut di koreksi (misal: bertentangan dengan dasar keilmuan), akan membuat mereka marah bahkan terkadang berputus asa.

Dan itulah 7 hal yang menurut gw patut untuk di jauhi apabila ingin mulai mendalami IT sekuriti dan kembali memajukan IT khususnya dunia Sekuriti di Indonesia ini. Mudah-mudahan tulisan yang lebih merupakan keprihatinan gw pribadi ini dapat memberikan manfaat bagi diri gw sendiri, serta proses regenerasi di dunia IT sekuriti meskipun sedikit.
Staff Login
Username

Password



Top 10 News
Hack In The Zoo - Online Class #1 65535
HITZ4 : "WIMAX, Are U Ready?" 65535
OPENBSD dibackdoor FBI sejak tahun 2000 65535
idsecconf 2011 Palembang -- Call of paper 65535
ECHO Gathering - Hack In The Zoo 5 - Bandung 65535
[Poltek Telkom] Student Creativity Contest 2011 - Open Mind IT Security Seminar 65535
Press Release IDSECCONF2010 65535
SharePoint vulnerable terhadap POET Attacks, Microsoft Keluarkan Security Advisory 65535
[ECHO_ADV_113$2010] BSI Hotel Booking System Admin Login Bypass Vulnerability 65535
Selamat Hari Lahir ECHO yang ke-8 61872
Top 5 News Posters
y3dips 91
K-159 45
az001 20
echostaff 14
the_day 3
Event Calendar
April 2019
S M T W T F S
  1 2 3 4 5 6
7 8 9 10 11 12 13
14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27
28 29 30        
Echo T-Shirt
t-shirt
Echo Misc



Google
newbie_hacker
Visit this group

Add


Quotes
"Life is not separate from death. It only looks that way."
Echo Book
y3dips
Copyleft !© echo.inc 2003-2012