Dilema Masa Depan GNU/Linux
Posted by y3dips on September 26 2007 10:54:06
Sebuah artikel menarik yang ditulis oleh Don Reisinger dari CNET News.com berjudul "linux and its identity crisis", yang kurang lebih memberikan gambaran kepada kita semua tentang apa yang terjadi saat ini, terkait dengan masa depan sistem operasi GNU/Linux. Artikel ini juga untuk memberikan gambaran tentang permasalahan yang terjadi pada komunitas linux, khususnya antara Linus dan "sekutu"nya v.s con colivas beserta para suksesor linux mainstream.
Extended News
Sebuah artikel menarik yang ditulis oleh Don Reisinger dari CNET News.com berjudul "linux and its identity crisis", yang kurang lebih memberikan gambaran kepada kita semua tentang apa yang terjadi saat ini, terkait dengan masa depan sistem operasi GNU/Linux. Artikel ini juga untuk memberikan gambaran tentang permasalahan yang terjadi pada komunitas linux, khususnya antara Linus dan "sekutu"nya v.s Con Colivas beserta para suksesor linux mainstream.

Jika mengingat wawancara yang pernah di lakukan oleh ITbusiness kepada Linus (baca Interview Dengan Linus; Kenapa kita cinta Linus) beberapa waktu yang lalu, maka kita akan mengetahui pandangan Linus tentang sistem operasi GNU/Linux kedepan. Sedangkan berita yang sangat kontroversi tentang Con colivas adalah saat dia memutuskan untuk berhenti mendevelop kernel untuk GNU/linux.

Kembali ke artikel yang di tulis oleh Don tersebut, maka Don menyatakan bahwa dengan adanya 2 perbedaan pendapat ini, kemungkinan akan tercipta 3 pilihan arah untuk GNU/Linux di masa depan: Tetap "geeky" dan hanya memiliki daya tarik bagi para ahli teknologi diantara kita; menjadi layaknya sistem operasi propietary (MS dan apple) dengan meninggalkan keterikatan fungsi khusus (advanced) dan kehandalan kernel (kustomisasi); bersiap untuk adanya perang sipil antara kedua pihak yang mungkin mengakibatkan kehancuran linux itu sendiri.

Pernyataan dari pihak-pihak yang menyetujui apa yang dipilih Torvalds adalah bahwa Linux merupakan yang terbaik karena tetap berpegang teguh pada ide awalnya dan tidak mengorbankan Fungsi dan kegunaaan khususnya, hanya agar dapat digunakan oleh seorang nenek. Sementara pihak "Mainstream" beranggapan bahwa linux berada di posisi yang unik saat ini (dengan ubuntu yang meng"kapitalisasi" pasar konsumen) dan menjadi alternatif bagi penguna kebanyakan selain MAC OS X dan windows.

Don mengungkapkan pendapatnya yang menyetujui apabila beberapa distribusi GNU/Linux sudah siap untuk "bersaing", tetapi umumnya mereka melupakan apa yang membuat Linux hebat: "security, advanced functionality dan outstanding usability". Don juga menyatakan bahwa linux tidak seharusnya "mengikuti tren" (mainstream) -- tetapi harus tetap pada "akar"nya dan tetaplah Linux.

Don juga membahas pendapat Walt Mossberg pada "The Wall Street Journal" yang mereview tentang ubuntu pada mesin Dell, Walt menjelaskan bahwa terlalu banyak masalah yang di timbulkan untuk sebagian besar komsumen. Dan kemungkinan ini adalah akhir dari ubuntu di mesin Dell. Tetapi, Don menganggap bahwa Walt mossberg benar-- Linux bukanlah untuk mengikuti tren (mainstream). Mengapa? jika kita ingin menggunakan sistem yang tidak stabil, maka kita bisa saja membeli Windows, dan jika ingin mendapatkan sistem operasi dengan desain yang cantik dan sedikit fungsi yang menyerupai Linux, kita bisa saja membeli Mac.

Don juga menuliskan bahwa pada awal Linux di ciptakan, Linux adalah alternatif, suatu pilihan lain. Saat Torvald pertama kali memulai apa yang akhirnya dikenal dengan Linux, dia tidak pernah berkeinginan unutk menjadikannya "mainstream" atau menjadi salah satu sistem operasi seperti Windows atau Mac OS X; dia hanya menginginkan linux menjadi tempat menumpahkan semua ekspresi bagi mereka-mereka yang berkecimpung di dunia teknologi dan mencari sesuatu yang tidak terdapat di sistem Operasi yang beredar di pasaran. Pada kenyataannya, hal inilah yang mengakibatkan linux semakin berkembang dan di perhitungkan.

Masih menurut Don, komunitas Linux adalah komunitas/grup yang sangat menarik. Lebih Mirip sebuah Negara Republik dan Demokratis, Komunitas ummunya di dominasi dua faktor dengan dua buah ide yang sama sekali berbeda. Pihak konservatif menginginkan Linux tetaplah menjadi Linux, sedang pihak liberal ingin "membuat uang". Don menyebut dirinya tidak keberatan untuk di masukkan ke golongan konservatif, atau apapun, asal bukan liberal. Lebih ekstrim lagi Don menyinggung soal pihak liberal yang berdalih bahwa tujuan mereka adalah untuk membawa linux langsung ke konsumen, dan tidak hanya ke perusahaan-perusahaan besar adalah suatu kebohongan, don menyebutkan bahwa intinya tetap adalah uang.

Dengan tegas Don menulis bahwa sejarah membuktikan Linux tidak pernah bermotivasikan "karena Uang", jadi, mengapa harus dimulai sekarang? Linux adalah Linux (adalah Linux), hentikan segala usaha untuk membuat Linux menjadi "mainstream" dan biarkan Linux berjalan apa-adanya sebagai salah satu advanced operating system terbaik di industri.